Jakarta, Masa kanak-kanak adalah masa bermain, bersenang-senang dan bersosialisasi. Namun anak-anak zaman sekarang nampaknya mulai banyak yang kehilangan hak istimewanya itu. Anak-anak.sudah disibukkan dengan tetek bengek seperti les, sekolah, dan kursus bahkan sejak usia balita.
Tak heran, anak-anak ini dapat mengalami stres. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat terjadi 2.386 kasus pelanggaran dan pengabaian terhadap anak sepanjang tahun 2011. Angka ini naik 98% dibanding tahun lalu.
"Negara gagal memberi jaminan perlindungan kepada anak-anak. Kalau kita lihat sistem kurikulum di PAUD, anak-anak harus dapat membaca, menulis dan berhitung baru bisa masuk SD. Padahal harusnya anak usia dini itu hanya dikenalkan dengan konsep-konsep dasar kehidupan saja seperti bersosialisasi dan bergaul," kata Arist Merdeka Sirait, ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam acara diskusi pers di Plaza Bapindo, Jakarta (20/3/2012).
Arist menyoroti kurikulum PAUD yang terlalu kaku ini membuat anak-anak menjadi tertekan. Ia juga menegaskan menegaskan bahwa mutu pendidikan di Indonesia lebih rendah dibandingkan vietnam. Salah satu alasannya adalah karena anak-anak tidak diberikan alternatif kurikulum selain yang diajarkan di sekolah.
"Tuntutan-tuntutan ini menyebabkan anak-anak menjadi stres. Orangtua banyak membebani dan menuntut anak-anaknya dengan berbagai macam kegiatan. Namun orangtua ini juga tidak siap menjadi orangtua karena alasan sibuk," kata Arist.
Anak-anak yang stres justru tidak akan berkembang sebab mereka rentan depresi dan terjerumus dalam perilaku berbahaya. Orangtua sebaiknya memberikan kebebasan pada anak-anaknya untuk memilih aktifitasnya. Selain itu, orangtua harus sering-sering melakukan komunikasi dengan anak-anaknya secara kekeluargaan, bukan hanya menyuruh dan memarahi.
Tak heran, anak-anak ini dapat mengalami stres. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat terjadi 2.386 kasus pelanggaran dan pengabaian terhadap anak sepanjang tahun 2011. Angka ini naik 98% dibanding tahun lalu.
"Negara gagal memberi jaminan perlindungan kepada anak-anak. Kalau kita lihat sistem kurikulum di PAUD, anak-anak harus dapat membaca, menulis dan berhitung baru bisa masuk SD. Padahal harusnya anak usia dini itu hanya dikenalkan dengan konsep-konsep dasar kehidupan saja seperti bersosialisasi dan bergaul," kata Arist Merdeka Sirait, ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam acara diskusi pers di Plaza Bapindo, Jakarta (20/3/2012).
Arist menyoroti kurikulum PAUD yang terlalu kaku ini membuat anak-anak menjadi tertekan. Ia juga menegaskan menegaskan bahwa mutu pendidikan di Indonesia lebih rendah dibandingkan vietnam. Salah satu alasannya adalah karena anak-anak tidak diberikan alternatif kurikulum selain yang diajarkan di sekolah.
"Tuntutan-tuntutan ini menyebabkan anak-anak menjadi stres. Orangtua banyak membebani dan menuntut anak-anaknya dengan berbagai macam kegiatan. Namun orangtua ini juga tidak siap menjadi orangtua karena alasan sibuk," kata Arist.
Anak-anak yang stres justru tidak akan berkembang sebab mereka rentan depresi dan terjerumus dalam perilaku berbahaya. Orangtua sebaiknya memberikan kebebasan pada anak-anaknya untuk memilih aktifitasnya. Selain itu, orangtua harus sering-sering melakukan komunikasi dengan anak-anaknya secara kekeluargaan, bukan hanya menyuruh dan memarahi.
Sumber: detikhealth.com
Bagaimana pendapat anda ketika si kecil sangat mudah membantah apapun perkataan anda? atau sikap apa yang harus dilakukan ketika anak selalu mengemukakan sanggahan yang membuat kita sebagai orang tua semakin marah dan sering kali tak tahan untuk tidak memukul?
Hal pertama yang harus diketahui oleh orang tua adalah, bahwa ternyata sikap membantah anak bukan murni terjadi karena kesalahannya. Banyak orang tua yang tidak memberikan kesempatan mengutarakan pendapat dan pikirannya. Sehingga, tipe orang tua yang terlalu memaksakan kehendak anaknya itulah, yang justru paling rawan untuk membentuk karakter anak- anak mereka sebagai tiruannya,yaitu memiliki sifat otoriter dan suka memaksa.
Maka dari itu, koreksi diri juga diperlukan para orang tua. Karena sadar atau tidak, terkadang orang tua juga memberikan argumen dan logika orang dewasa ketika berbicara dengan mereka, menuntut mereka melakukan apa yang orang tua inginkan, dan tidak memberi kesempatan anak memberikan pendapat tentang cita- citanya sendiri.
Ya, ternyata anak- anakpun juga sangat ingin dimengerti, dihargai, dan dipahami perasaan dan pendapatnya.
Berikut beberapa langkah yang harus kita lakukan ketika anak-anak kita mulai suka membantah:
1. Kesempatan Bicara
Perhatikan ketika dia mulai berbicara dengan anda, karena hal ini mengindikasikan bahwa anda memberinya kesempatan untuk mengungkapkan ide dan pikirannya. Namun,jika hal itu adalah menyangkut sesuatu yang prinsip yang menurut anak anda masih juga bisa ditawar,bicaralah dengan lemah lembut tanpa nada marah.
2. Beri pilihan yang tidak di sukai
Jika anda menjumpai bahwa anak anda tetap ngotot membantah, maka berikanlah pilihan yang tidak disukainya. Misalnya "mau ke masjid, atau mama ambil gamenya?”. pilihan yang menyenangkan hanya akan membuatnya tetap membantah, karena ia tidak ingin melakukan atau mendapatkan apa yang tidak disukainya.
3.Jangan Ulagi pilihan yang sama
Jadilah orang tua yang konsisten dan lakukan apa yang sudah anda katakan kepadanya, meskipun pilihan tersebut adalah tidak enak baginya. Karena, jika Anda tidak melaksanakan apa yang anda ucapkan, dia akan menganggap Anda remeh. Memang hal ini akan membuat anak-anak anda menggerutu di awalnya, tapi selanjutnya, anak- anak akan menentukan pilihan-pilihan yang terbaik baginya tanpa harus memilih sesuatu yang tidak enak karena membantah Anda.
4. Ubah pola didik
Jangan menakut- nakuti anak anda kecuali jika hal itu diperlukan, karena hal itu juga bisa mematikan sifat anak yang selalu ingin tahu. Orang tua perlu memberi jeda waktu kepada anak agar mencoba dan memacu kreativitasnya sendiri, sehingga akhirnya anak dapat belajar sendiri akibat baik dan buruknya tentang segala sesuatu, juga terbiasa untuk berfikir panjang sebelum melakukan sesuatu.
Kurangi juga hal yang terkesan menyudutkan dan terlalu mendiktenya. terkadang sebagai orang tua, kita perlu memberinya kesempatan untuk memilih, hal tersebut berguna untuk melatihnya
bersikap mandiri dengan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. selain itu, jika anak berhasil mmengatasi kesulitannya sendiri, dia akan merasa lebih berharga.
Orang tua cukup memberikan motivasi atau rambu- rambu ketika anak melakukan suatu sikap. Dengan demikian, ia akan berusaha untuk menampilakan yang terbaik yang mereka bisa.
5.Komunikasi
Komunikasi adalah cara paling efektif untuk mengetahui alasan apa saja yang dapat menyebabkan anak membantah perkataan orangtua.Ketika orang tua membuka komunikasi lambat aun anak juga akan membuka diri untuk mengungkapkan penyebab dan alasan mengapa mereka mempertahankan pendapatnya. Dengan komunikasi, orangtua dan anak akhirnya dapat menemukan jalan keluarnya bersama-sama.
Selain komunikasi,disiplin yang menyenangkan, terbuka namun konsisten, akan mempermudah penyelesaian kasus bantah membantah yang dilakukan anak. Karena, ketika anak sudah diminta untuk mentaati peraturan, dan orangtua juga konsisten melakukan kesepakatan,kemungkinan untuk anak memberikan masukan kepada orang tua juga akan semakin terbuka.
Jika suasana terasa menyenangkan bagi anak dan semua anggota keluarga, pembentukan karakter anak yang komunikatif dan anti konflik insyaAllah juga akan lebih mudah diciptakan. Selain itu penghargaan anak terhadap orangtua, juga akan muncul yang mengakibatkan mereka mudah mengurangi bahkan menghilangkan sifat negatifnya.
(Syahidah/voa-islam.com)
Jakarta - Anak-anak tidak selamanya bisa bertingkah laku lucu dan menggemaskan. Terkadang karena beberapa (atau tanpa) sebab, si kecil melakukan kenakalan atau berperilaku buruk untuk menarik perhatian orangtuanya. Meskipun hal yang wajar, Anda sebagai orangtua sebaiknya tidak membiarkan anak terus menerus bertingkah buruk.
Sebagai orangtua, Anda juga harus mendisiplinkan mereka agar menjadi pribadi yang baik nantinya. Saat anak marah atau merengek, coba cari akar permasalahannya. Kenali enam perilaku buruk anak yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya, seperti yang dikutip dari Gomestic.
1.Ngambek atau Marah-Marah
Menurut psikolog Charlotte J. Patterson yang juga penulis 'Child Development', “Saat anak marah atau ngambek karena suatu hal kepada Anda, sebenarnya si kecil hanya ingin menunjukan responnya.” Ini berarti, Anda harus tahu apa kemauan si buah hati. Mungkin dia sedang lapar, lelah, atau menginginkan sesuatu yang tidak Anda perbolehkan.
Cara mengatasi:
“Orang tua perlu memberikan konsekuensi saat anak tidak mau berhenti ngambek pada Anda,” ujar Charlotte. Dengan sebuah hukuman yang diberikan kepada si kecil, ia jadi mengerti kalau prilakunya itu tidak membawa keuntungan buat dirinya. Tapi gunakan hukuman yang tidak terlalu berat, misalnya dengan menyuruh anak ke pojok hukuman atau melarangnya melakukan sesuatu yang tidak dia sukai akibat kenakalannya.
2.Merengek
Semua anak pasti pernah merengek kalau keinginannya tidak dituruti. Mary-Elaine Jacobsen, seorang psikolog dan penulis 'The Brat Stops Here', menyarankan untuk tidak menuruti rengekan anak saat ia meminta suatu hal yang tidak Anda izinkan. Mendisiplin anak merupakan bentuk kasih sayang orangtua demi masa depan si kecil.
Cara mengatasi:
Siapkan sesuatu untuk si buah hati, seperti membuat sebuah permainan, teka-teki, atau mengajaknya ngobrol sambil bercanda supaya si kecil lupa akan permintaannya. Kalau masih merengek juga, berikan hukuman ringan pada anak dan tetap konsisten dengan aturan Anda.
3.Memukul
Anda mempunyai anak lebih dari satu yang jaraknya tidak begitu jauh. Ketika sedang bertengkar, tidak menutup kemungkinan kalau keduanya saling memukul. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena bisa membuat perilaku anak menjadi kasar.
Cara mengatasi:
Menurut Dokter Lori J. Warner, seorang psikolog di rumah sakit Beaumont dan direktur The Hands-On Parent Education Center (HOPE), “Pahami apa maksud anak dan mengapa mereka berlaku kasar.” Ajarkan kepada anak-anak Anda bahwa memukul atau melakukan tindakan kasar lainnya merupakan sikap buruk yang dapat mencelakai orang lain.
4.Menggunakan Kata-Kata Kasar
Dr. Charlotte mengatakan, “Anak-anak seringkali mendengar perkataan yang terucap dari orang-orang di sekitarnya dan ingin tahu apa artinya.” Apabila perkataan yang mereka dengar adalah yang buruk, maka mereka akan mencoba memakai kata tersebut di depan Anda untuk tahu bagaimana respon Anda.
Cara mengatasi:
Ketika si kecil menggunakan kata-kata kasar di hadapan Anda, lebih baik langsung memberitahunya kalau kata tersebut tidak boleh digunakan. Mereka harus belajar bahasa yang boleh digunakan, kata yang baik, bahkan nada yang pantas saat berbicara dengan yang lebih tua.
5.Berbohong
“Terkadang, anak berpura-pura bermain sepanjang waktu padahal yang mereka kerjakan tidak sekadar bermain, tapi mungkin melakukan sesuatu yang Anda larang,” ujar Dr Lori J. Warner, seorang konsultan lingkungan hidup. Kebohongan kecil ini akan berlanjut menjadi kebohongan besar suatu saat nanti jika Anda diamkan.
Cara mengatasi:
Ajari si buah hati selalu berkata jujur. Berikan contoh pada anak bahwa kejujuran membawa dampak positif, sedangkan kebohongan akan membawa celaka.
6.Mencuri
Pencurian yang dilakukan oleh anak-anak berbeda dengan pencurian yang dilakukan orang dewasa. Misalnya, ketika Anda dan si kecil sedang berjalan-jalan di mal lalu berhenti di toko yang menjual mainan anak, si kecil suka iseng mengambil mainan tersebut dan membawanya pulang. Orangtua terkadang tidak sadar dengan prilaku anak yang seperti ini. Akan tetapi, ada juga anak yang dengan sengaja mengambilnya.
Cara mengatasi:
Perhatikan perkembangan si kecil secara signifikan. Jika Anda mengetahui anak mengambil barang yang bukan miliknya, coba nasehati. Diskusikan dengan si kecil bahwa perbuatan itu tidak baik. Kalau ia melakukannya lagi, berikan hukuman yang pantas agar ia kapok. Anda pun harus menjalin komunikasi yang lebih mendalam lagi.
(hst/hst)
Sebagai orangtua, Anda juga harus mendisiplinkan mereka agar menjadi pribadi yang baik nantinya. Saat anak marah atau merengek, coba cari akar permasalahannya. Kenali enam perilaku buruk anak yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya, seperti yang dikutip dari Gomestic.
1.Ngambek atau Marah-Marah
Menurut psikolog Charlotte J. Patterson yang juga penulis 'Child Development', “Saat anak marah atau ngambek karena suatu hal kepada Anda, sebenarnya si kecil hanya ingin menunjukan responnya.” Ini berarti, Anda harus tahu apa kemauan si buah hati. Mungkin dia sedang lapar, lelah, atau menginginkan sesuatu yang tidak Anda perbolehkan.
Cara mengatasi:
“Orang tua perlu memberikan konsekuensi saat anak tidak mau berhenti ngambek pada Anda,” ujar Charlotte. Dengan sebuah hukuman yang diberikan kepada si kecil, ia jadi mengerti kalau prilakunya itu tidak membawa keuntungan buat dirinya. Tapi gunakan hukuman yang tidak terlalu berat, misalnya dengan menyuruh anak ke pojok hukuman atau melarangnya melakukan sesuatu yang tidak dia sukai akibat kenakalannya.
2.Merengek
Semua anak pasti pernah merengek kalau keinginannya tidak dituruti. Mary-Elaine Jacobsen, seorang psikolog dan penulis 'The Brat Stops Here', menyarankan untuk tidak menuruti rengekan anak saat ia meminta suatu hal yang tidak Anda izinkan. Mendisiplin anak merupakan bentuk kasih sayang orangtua demi masa depan si kecil.
Cara mengatasi:
Siapkan sesuatu untuk si buah hati, seperti membuat sebuah permainan, teka-teki, atau mengajaknya ngobrol sambil bercanda supaya si kecil lupa akan permintaannya. Kalau masih merengek juga, berikan hukuman ringan pada anak dan tetap konsisten dengan aturan Anda.
3.Memukul
Anda mempunyai anak lebih dari satu yang jaraknya tidak begitu jauh. Ketika sedang bertengkar, tidak menutup kemungkinan kalau keduanya saling memukul. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena bisa membuat perilaku anak menjadi kasar.
Cara mengatasi:
Menurut Dokter Lori J. Warner, seorang psikolog di rumah sakit Beaumont dan direktur The Hands-On Parent Education Center (HOPE), “Pahami apa maksud anak dan mengapa mereka berlaku kasar.” Ajarkan kepada anak-anak Anda bahwa memukul atau melakukan tindakan kasar lainnya merupakan sikap buruk yang dapat mencelakai orang lain.
4.Menggunakan Kata-Kata Kasar
Dr. Charlotte mengatakan, “Anak-anak seringkali mendengar perkataan yang terucap dari orang-orang di sekitarnya dan ingin tahu apa artinya.” Apabila perkataan yang mereka dengar adalah yang buruk, maka mereka akan mencoba memakai kata tersebut di depan Anda untuk tahu bagaimana respon Anda.
Cara mengatasi:
Ketika si kecil menggunakan kata-kata kasar di hadapan Anda, lebih baik langsung memberitahunya kalau kata tersebut tidak boleh digunakan. Mereka harus belajar bahasa yang boleh digunakan, kata yang baik, bahkan nada yang pantas saat berbicara dengan yang lebih tua.
5.Berbohong
“Terkadang, anak berpura-pura bermain sepanjang waktu padahal yang mereka kerjakan tidak sekadar bermain, tapi mungkin melakukan sesuatu yang Anda larang,” ujar Dr Lori J. Warner, seorang konsultan lingkungan hidup. Kebohongan kecil ini akan berlanjut menjadi kebohongan besar suatu saat nanti jika Anda diamkan.
Cara mengatasi:
Ajari si buah hati selalu berkata jujur. Berikan contoh pada anak bahwa kejujuran membawa dampak positif, sedangkan kebohongan akan membawa celaka.
6.Mencuri
Pencurian yang dilakukan oleh anak-anak berbeda dengan pencurian yang dilakukan orang dewasa. Misalnya, ketika Anda dan si kecil sedang berjalan-jalan di mal lalu berhenti di toko yang menjual mainan anak, si kecil suka iseng mengambil mainan tersebut dan membawanya pulang. Orangtua terkadang tidak sadar dengan prilaku anak yang seperti ini. Akan tetapi, ada juga anak yang dengan sengaja mengambilnya.
Cara mengatasi:
Perhatikan perkembangan si kecil secara signifikan. Jika Anda mengetahui anak mengambil barang yang bukan miliknya, coba nasehati. Diskusikan dengan si kecil bahwa perbuatan itu tidak baik. Kalau ia melakukannya lagi, berikan hukuman yang pantas agar ia kapok. Anda pun harus menjalin komunikasi yang lebih mendalam lagi.
(hst/hst)
sumber: wolipop.com
Pijat bayi mempunyai banyak keuntungan, antara lain mengurangi kebiasaan menangis, menaikkan berat badan, membuat bayi Ibu mudah tidur, melatih eye contact dengan Ibu, mengurangi level stres hormon bayi, juga membantu bayi untuk buang air besar (pijat perut).
Teknik memijat tidak terlalu penting, yang penting adalah frekuensi memijat dilakukan secara rutin, dan kontak kulit Ibu dengan bayi. Pijat bayi ini berbeda dengan pijat bayi di Indonesia, yang lebih mirip urut karena tenaga dan tekanan yang dikeluarkan besar. Pijat yang dimaksud di sini lebih ke gerakan mengusap saja, yang dilakukan secara rutin.
Cara memiijat bayi (dilakukan dengan lembut):
1. Dada
Telapak tangan terbuka ke tengah dada bayi, lalu geser diagonal ke kanan atas, kemudian kembali ke tengah, ke kiri atas, kembali ke tengah. Kiri bawah, kembali ke tengah, kanan bawah, kembali ke tengah.
2. Paha dan Betis
Pegang kedua paha bayi dengan kedua tangan kita. Putar dari dalam ke luar sambil bergerak turun menuju betis. Kembali ke atas dengan gerakan sama.
3. Kaki
Pijat telapak kaki dari arah tumit ke jari kaki. Remas jari satu persatu. Pijat punggung kaki, mulai dari mata kaki sampai ke jari kaki.
4. Wajah
Pijat mulai dari tengah menuju samping kiri, kemudian tengah menuju samping kanan.
5. Perut
Pijatan I Love U. Gunakan 2 atau 3 jari, yang membentuk huruf I-L-U dari arah bayi. Bila dari posisi kita membentuk huruf I – L – U terbalik. Berikut tahapan memijat:
6. Tangan
Pijat dari pangkal lengan, lalu turun ke tangan,. Kemudian kembali memijat dari tangan ke pangkal lengan.
sumber: www.clubnutricia.co.id
Teknik memijat tidak terlalu penting, yang penting adalah frekuensi memijat dilakukan secara rutin, dan kontak kulit Ibu dengan bayi. Pijat bayi ini berbeda dengan pijat bayi di Indonesia, yang lebih mirip urut karena tenaga dan tekanan yang dikeluarkan besar. Pijat yang dimaksud di sini lebih ke gerakan mengusap saja, yang dilakukan secara rutin.
Cara memiijat bayi (dilakukan dengan lembut):
1. Dada
Telapak tangan terbuka ke tengah dada bayi, lalu geser diagonal ke kanan atas, kemudian kembali ke tengah, ke kiri atas, kembali ke tengah. Kiri bawah, kembali ke tengah, kanan bawah, kembali ke tengah.
2. Paha dan Betis
Pegang kedua paha bayi dengan kedua tangan kita. Putar dari dalam ke luar sambil bergerak turun menuju betis. Kembali ke atas dengan gerakan sama.
3. Kaki
Pijat telapak kaki dari arah tumit ke jari kaki. Remas jari satu persatu. Pijat punggung kaki, mulai dari mata kaki sampai ke jari kaki.
4. Wajah
Pijat mulai dari tengah menuju samping kiri, kemudian tengah menuju samping kanan.
5. Perut
Pijatan I Love U. Gunakan 2 atau 3 jari, yang membentuk huruf I-L-U dari arah bayi. Bila dari posisi kita membentuk huruf I – L – U terbalik. Berikut tahapan memijat:
- Urut kiri bayi dari bawah iga ke bawah (huruf I)
- Urut melintang dari kanan bayi ke kiri bayi, kemudian turun ke bawah (huruf L)
- Urut dari kanan bawah bayi, naik ke kanan atas bayi, melengkung membentuk U dan turun lagi ke kiri bayi. Semua gerakan berakhir di perut kiri bayi.
6. Tangan
Pijat dari pangkal lengan, lalu turun ke tangan,. Kemudian kembali memijat dari tangan ke pangkal lengan.
sumber: www.clubnutricia.co.id
· Lahir – 2 bulan :
Menangis ketika lapar, mengikuti arah suara
· 2 – 6 bulan :
Berceloteh, tertawa, berteriak riang, mengeluarkan suara-suara lucu
· 7 – 12 bulan :
Mengucapkan ’ba’, ’da’, ’ka’ dengan jelas, mengulang beberapa suku kata, mulai mengerti kata ’tidak’, mengikuti instruksi sederhana seperti ’bye-bye’ atau main ’ciluk baa’
· 12 – 18 bulan :
Mengucapkan dua-tiga patah kata bermakna, menunjuk objek-objek yang dilihat di buku dan dijumpainya setiap hari, mengucapkan dan meniru kata yang sederhana dan sering didengarnya dan mengekspresikannya, menghasilkan kurang lebih 10 kata yang bermakna
· 18 – 24 bulan :
Perbendaharaan kata mencapai 20 kata, mulai sering mengutarakan pertanyaan sederhana seperti ’mana’, ’dimana’, dan memberikan jawaban singkat seperti ’tidak’, ’disana’, ’disitu’, ’mau’.
Kata-kata yang diucapkan masih sering tidak jelas, misalnya ’balon’ jadi ’aon’, ’roti’ jadi ’oti’, mulai menggunakan kata-kata yang menunjukkan kepemilikan seperti ’punya sisca’, ’punyaku’.
="font-family: Symbol; color: #008000;">· 2 – 3 tahun :
Menguasai 20-30 kata, senang bicara sendiri, kata-kata yang baru didengarnya untuk dipelajari secara diam-diam, mulai mendengarkan pesan-pesan yang penuh makna, lancar dalam bercakap-cakap meski pengucapannya belum sempurna, tertarik mendengarkan cerita yang lebih panjang dan kompleks, bisa menggunakan kata ’aku’, ’saya’, ’kamu’ dengan baik dan benar, mengerti perbedaan antara yang terjadi di masa lalu, masa kini dan yang akan datang.
· 3 – 4 tahun :
Mampu menggunakan kata-kata yang bersifat perintah, mengenali kata-kata baru dan terus berlatih untuk menguasainya, mulai mengenali konsep-konsep tentang kemungkinan, kesempatan dengan ’andaikan’, ’mungkin’, ’misalnya’, ’kalau’.
Perbendaharaan katanya makin banyak dan bervariasi, menggunakan kalimat yang utuh, makin sering bertanya sebagai ungkapan rasa keingintahuan mereka.




