• Beranda
  • Subscribe to my RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Renungan Hari ini

  • Home
  • Dunia Kerja
    • Info Dunia Kerja
    • Info UU Tenaga Kerja
  • Dunia Anak
    • Balita
    • Remaja
  • Pasutri
  • Sepakbola
  • Jualan
  • Renungan
  • Download
  • Hubungi Kami
Tampilkan postingan dengan label #SayaPilihPKS. Tampilkan semua postingan

Fatwa Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir ar Ruhailiy -Hafizhohullah- (guru besar fak. Dakwah wa Ushuluddin Ismic University of Madinah, salah seorang ulama yang mengajar di masjid Nabawi) mengenai PEMILU di Indonesia.

Kemarin kita sudah mendengar seksama fatwa Syaikh Abdulmuhsin al Abbbad Hafizhohullah mengenai PEMILU di Indonesia. Mungkin diantara saudara sekalian masih ada yang belum merasa mantap; antara memberikan hak suara atau golput…? Baiklah, semoga fatwa Syaikh Ibrahim ar Ruhailiy kali ini membantu Anda untuk menentukan langkah yang tepat.
Semalam di majelis Syaikh Ibrahim ar Ruhailiy di masjid Nabawi, ada seorang hadirin bertanya kepada beliau,
“Sebentar lagi di negeri kami akan ada PEMILU. Apa nasehat Anda dalam menyikapi PEMILU tersebut.. ?”
Jawaban Syaikh:
” Sejatinya memilih pemimpin dengan cara seperti itu tidak disyariatkan. Karena ada unsur tasyabbuh dengan orang-orang kafir dan karena pada asalnya kepemimpinan itu tidak diberikan kepada orang yang memintanya. Kita lihat dalam dunia PEMILU saat ini, setiap kandidat yang mencalonkan diri menyeru kepada masyarakat agar memilih dirinya. Sebagaimana yang sudah kita kenal dengan istilah kampanye. Setiap kandidat berseru kepada masyarakat,
” Pilih saya..” dengan dibumbuhi obralan janji-janji supaya masyarakat mau memilihnya. Ini merupakan alasan paling sederhana yang menunjukkan tidak benarnya sistem PEMILU. Jadi memang pada asalnya tidak dibenarkan dan tidak disyariatkan, karena pada prinsipnya tampuk kepemimpinan itu tidak diberikan kepada orang yang memintanya…
Seandainya Syariat ini diterapkan, kemudian ada serang berkata,” Pilihlah saya sebagai pemimpin kalian..” niscaya tak seorang muslimpun yang mau memilihnya sebagai pemimpin, sebagai bentuk komitmen mereka terhadap Syariat.
AKAN TETAPI…
bila PEMILU di suatu negara itu merupakan suatu keharusan bagi kaum muslimin, dan kaum muslimin tidak memiliki otoritas. Yang mendapatkan suara terbanyak dialah yang akan menjadi pemimpin serta kandidat yang maju lebih dari satu orang, kemudian kaum muslimin menilai bahwa mashlahat bagi kaum muslimin ada pada salah seorang dari kandidat tersebut, boleh jadi karena kebaikannya lebih dominan atau karena keburukannya yang lebih sedikit. Maka dalam keadaan seperti itu boleh-boleh saja seorang muslim ikut memberikan hak suaranya untuk memilih kandidat tersebut. Sebagai bentuk pengamalan terhadap kaedah :
ارتكاب أخف للضررين
” Memilih mudharat yang paling ringan dari dua mudharat.”
Atau mengaplikasikan kaedah lain yang sudah dikenal oleh para Ulama:
الضرورة تبيح المحظورات
” Kondisi dharurat membolehkan sesuatu yang dilarang.”
Hal ini sudah dijelaskan oleh para Ulama kibar dan mereka juga telah memberikan fatwa terhadap permasalahan ini, seperti Syaikh Abdulaziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin dan yang lainnya.
Namun tak dapat dipungkiri, masih ada sebagian orang yang memilih untuk golput dengan alasan, “kami tidak mengakui keabsahan PEMILU..”
Sehingga dampaknya adalah keberadaan kaum muslimin di tengah-tengah masyarakat suatu negeri tidak ada nilainya (dalam memilih pemimpin). Semua orang telah mengetahui bahwa kaum muslimin tidak ikut PEMILU, artinya kaum muslimin tidak ada andil dalam memilih pemimpin di suatu negeri, sehingga mereka hanya pasrah terima jadi saja tanpa memperhatikan nasib hak-hak mereka kedepannya. Berbeda halnya bila mereka menyadari bahwa keberadaan kaum muslimin di suatu negara itu memiliki pengaruh, sampai halnya di negara kafirpun, demi terpenuhinya hak-hak mereka kedepannya. Oleh karena itu dalam keadaan seperti ini kita katakan,
“tidak mengapa ikut memilih kandidat yang kepemimpinannya kelak akan memberi mashlahat bagi kaum muslimin.”
Akan tetapi perlu kita ingat… bahwa niat keikutsertaan kita dalam PEMILU adalah demi kemaslahatan Islam dan kaum muslimin, bukan karena melegalkan PEMILU. Rasulullah Shallallahualaihiwasallam bersanda,
” اِنما الأعمال بالنيات
” Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niat.”
Ini saja yang bisa saya sampaikan, Allahu a’lam..”
……..
Catatan :
1. Fatwa ini tidak ada kaitannya dengan partai tertentu
2. Dasar yang melandasi fatwa ini adalah kaidah yang berlaku pada bab maslahat dan mudharat: Apabila bertemu dua mafsadah, maka diambil mafsadah yang paling ringan, dan kaedah: keadaan dharurat membolehkan sesuatu yang dilarang.
3. Fatwa ini bukan sebagai bentuk legitimasi terhadap sistem demokrasi.
20 Jumadil Ula 1435 H
Sumber: http://abangdani.wordpress.com/2014/03/21/fatwa-syaikh-ibrahim-ar-ruhailiy-terkait-pemilu-2014-di-indonesia/

Kita tak ikut merasakan suasana peperangan di bukit uhud
Atau merasakan kemenangan fenomenal pasukan Yarmuk
Kita tak ikut serta menggali parit ditengah musim dingin yg menusuk
Yerusalem yang takluk
Dan Konstantinopel yang bertekuk lutut

Kita semua tak ada disana
Tak ada nama kita dalam catatan Malaikat sebagai orang yang ikut serta
Faktanya..sekarang kita disini..Indonesia

Inilah hari hari yang takkan kembali
Maka rasakanlah..
Rasakan setiap detail getarannya
Rasakan segala bentuk rintangannya

Ini adalah hari hari yang takkan kembali
Maka nikmatilah
Nikmati setiap lelahnya
Nikmati semua dekap kebersamaannya
Setiap tetes keringat kita
Setiap langkah kaki kita
Setiap ketukan kita dari rumah ke rumah
Setiap malam yang kita gunakan untuk terjaga
Siang hari yang kita habiskan dibawah sang surya
Nikmatilah semuanya kawan

Karena ini adalah hari hari yang takkan kembali
Pastikan kali ini nama kita tak luput dari catatan malaikat


*by @nastarabdullah 

sumber: pkspiyungan

by @jonru 
-Trainer Penulisan-


#‎SayaPilihPKS‬ karena:

Satu2nya partai yang rutin melayani masyarakat, ada atau tak ada pemilu

Satu2nya partai yang pergantian pemimpinnya selalu berjalan aman lancar terkendali

Satu2nya partai yg tidak mengandalkan uang dan goyang dangdut utk merekrut massa kampanye

Satu2nya partai yg kader2nya sangat militan, padahal tidak dibayar

Satu2nya partai yg para kadernya saweran utk membiayai kegiatan partai, dan mereka tetap militan

Satu2nya partai yg kader2nya tak pernah minta jabatan

Satu2nya partai yg para pemimpinnya terpilih karena ditunjuk, bukan karena minta jabatan

Terbukti sebagai partai paling bersih dari korupsi(*)

Satu2nya partai yg kegiatannya macam2 (baksos, pengajian, dst), bukan hanya ngurus politik

Satu2nya partai yg lebih suka memberikan bukti ketimbang janji

Kader2nya langsung mundur dari jabatan partai jika terpilih jadi pejabat publik

Bukan kumpulan malaikat, tapi mayoritas kadernya insha Allah berakhlak sangat baik

Hm... apa lagi ya? Banyak banget kelebihannya

Emang ada yang lebih baik dari PKS?

___
(*) Terlepas dari kontroversi tentang kasus LHI, yang jelas SECARA OBJEKTIF terbukti bahwa PKS merupakan satu-satunya partai yang kasus korupsinya paling kecil. Tragisnya, para haters sibuk mempermasalahkan kasus terkecil tersebut dan pura-pura lupa pada kasus-kasus besar di partai-partai lain.
Postingan Lama Beranda
More_Topic »

Sahabat kita

Daftar Isi

Dunia Islam (3) KOLOM (11) NEWS (47) Renungan (12) UU tenaga Kerja (2) balita (5) dunia anak (3) info dunia kerja (2) jualan (2) remaja (5) sepakbola (2)
Powered By Blogger

Free SEO Tools

Free SEO Tools

download juice, the cross-platform podcast receiver
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net free search engine submission

About Us

Foto saya
abuahzami
Sampaikanlah walau satu ayat
Lihat profil lengkapku

Guest Book

2010 Simplex Enews. All rights reserved.
Designed by SimplexDesign