• Beranda
  • Subscribe to my RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Renungan Hari ini

  • Home
  • Dunia Kerja
    • Info Dunia Kerja
    • Info UU Tenaga Kerja
  • Dunia Anak
    • Balita
    • Remaja
  • Pasutri
  • Sepakbola
  • Jualan
  • Renungan
  • Download
  • Hubungi Kami
Tampilkan postingan dengan label sabar. Tampilkan semua postingan
Pernahkah kita mengeluh ketika do’a kita serasa tidak di dengar oleh Allah SWT? Begitu banyak dari kita yang akhirnya merasa bosan dan kecewa karena hampir setiap hari memanjatkan permohonan yang sama atas banyak keinginan, namun seolah apa yang diharapkan dalam do’a tak jua kunjung nyata.

Janganlah pernah berpikiran dan berprasangka seperti itu terhadap Allah SWT. Kita memiliki kehendak, orang lain juga memiliki kehendak, namun Allah SWT lebih berkehendak terhadap diri kita, hamba-hamba-Nya. Berbaik sangkalah bahwa setiap keputusan Allah SWT terhadap hamba-Nya sesungguhnya demi kebaikan hamba itu sendiri. Jangan pernah berprasangka bahwa penangguhan atas do’a yang kita panjatkan dikarenakan Allah SWT tidak sayang kepada kita.

Terlupakah kita bahwa hingga hari ini Allah SWT tak juga menghentikan asupan oksigen bagi kita untuk bernafas, kecuali memang sudah saatnya bagi kita untuk tidak bernafas kembali. Mata kita masih jelas digunakan untuk memandang. Kaki kita masih ringan untuk dilangkahkan. Tangan kita beserta jari-jemarinya masih saja lincah menekan tiap tombol keyboard dikomputer kita. Jika beberapa kenikmatan itu saja merupakan anugerah yang begitu besar dan bernilai, pantaskah kita berkeluh kesah untuk beberapa do’a yang pengabulannya “masih” Allah SWT tangguhkan?

Kita begitu bernafsu dan berkeinginan segala sesuatu yang menjadi harapan harus segera terwujud, namun tidak menyadari bahwa sebuah penangguhan dari Allah SWT boleh jadi terdapat hikmah yang besar didalamnya. Bersabarlah dalam menunggu setiap keputusan dari Allah SWT. Bersabar dan tersenyumlah dalam menikmati setiap proses kehidupan. Sadarilah bahwa nasi yang kita makan sehari-hari hingga akhirnya tersaji matang dihadapan kita bukanlah hadir secara cepat kilat dan tiba-tiba.

Cobalah kita runut sebentar ke belakang. Begitu banyak tangan-tangan yang berperan atas hadirnya nasi matang tersebut. Begitu banyak tahap-tahap yang harus dilalui sehingga benih padi yang ditanam dapat menjadi nasi matang yang hangat lagi gurih. Tak perlu untuk menyebutkan satu persatu setiap tahap itu. Cobalah untuk menyadari dan bersabar, bahwa banyak hal di dunia ini yang harus melalui proses dan tidak instan. Boleh jadi kita menyenangi sesuatu, namun hal itu sesungguhnya berakibat buruk bagi kita, dan boleh jadi kita membenci sesuatu, namun hal itu sesungguhnya amat baik untuk diri kita. Sesungguhnya Allah SWT lebih mengetahui dari pada diri kita.

Wallahu a’lam.

Sumber: ahzami.wordpress.com
Postingan Lama Beranda
More_Topic »

Sahabat kita

Daftar Isi

Dunia Islam (3) KOLOM (11) NEWS (47) Renungan (12) UU tenaga Kerja (2) balita (5) dunia anak (3) info dunia kerja (2) jualan (2) remaja (5) sepakbola (2)
Powered By Blogger

Free SEO Tools

Free SEO Tools

download juice, the cross-platform podcast receiver
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net free search engine submission

About Us

Foto saya
abuahzami
Sampaikanlah walau satu ayat
Lihat profil lengkapku

Guest Book

2010 Simplex Enews. All rights reserved.
Designed by SimplexDesign